Sementara pelaku T asal Wajo ditangkap usai melangsir BBM memakai mobil yang tangkinya dimodifikasi. Pelaku T memakai dua barcode tambahan untuk bolak-balik mengisi BBM di Parepare.

"Pelaku melakukan pembelian BBM jenis Pertalite secara berulang kali di SPBU Kota Parepare dengan menggunakan kendaraan miliknya yang mana tangkinya telah dimodifikasi, dengan cara keluar dan kembali masuk ke SPBU Kota Parepare melalui rute memutar," ujarnya.

"Pada pengisian berikutnya menggunakan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan yang digunakan, sehingga dapat memperoleh BBM bersubsidi dengan jumlah yang lebih banyak," ungkap Phunky.

Dari tangan T, polisi menyita 120 liter Pertalite, mobil Avanza putih bertangki modifikasi, dan dua barcode. Pertalite itu rencananya akan dijual kembali dengan Harga di atas normal.

"BBM subsidi jenis Pertalite tersebut rencananya akan dibawa ke daerah Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan untuk diperjualbelikan kepada masyarakat dengan harga Rp 12.000," bebernya.

Seluruh BBM sitaan tersebut kini tengah diproses untuk dilelang ke negara. Penyidik juga terus merampungkan pemeriksaan saksi ahli.

"Saat ini Satreskrim Polres Parepare melakukan pemeriksaan terhadap ahli migas dan melakukan proses lelang terhadap bahan bakar minyak subsidi jenis Pertalite di kantor KPKNL Parepare," tutur Phunky.