NADIKABAR.COM — Kementerian Agama (Kemenag) terus memperluas akses pendidikan agar keterbatasan ekonomi tidak menghalangi anak-anak Indonesia memperoleh pendidikan yang berkualitas. Hal ini dilakukan melalui bantuan pendidikan yang semakin merata dan inklusif, beasiswa, peningkatan kesejahteraan pendidik, serta penguatan sarana dan prasarana.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pemerataan kesempatan belajar menjadi salah satu prioritas Kemenag dalam mendukung Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Jadi, keterbatasan ekonomi itu tidak memutus kesempatan anak-anak kita untuk belajar. Kementerian Agama dengan berbagai macam kreativitasnya, melalui lembaga pendidikan pesantren, madrasah, serta pendidikan keagamaan yang lain, mencoba menyelesaikan keadaan dengan menghadirkan kualitas pendidikan yang baik," ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Nasaruddin juga menyampaikan kebanggaannya terhadap berbagai prestasi yang ditorehkan madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama.
Nasaruddin menilai capaian tersebut menunjukkan madrasah tidak hanya berperan dalam penguatan pendidikan agama, tetapi juga mampu mengembangkan kualitas akademik dan daya saing peserta didik.
Dalam memperluas kesempatan belajar, Kemenag turut menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).
Sepanjang 2025-2026, PIP menjangkau 5.180.170 siswa madrasah dengan anggaran Rp4,038 triliun. Sementara itu, KIP Kuliah menjangkau 289.255 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan dengan anggaran Rp3,032 triliun.
Secara keseluruhan, kedua program tersebut mencatat nilai bantuan sebesar Rp7,07 triliun untuk mendukung keberlanjutan pendidikan siswa dan mahasiswa.