Di bidang sarana dan prasarana, Kemenag melakukan revitalisasi terhadap 80 madrasah dengan anggaran Rp169,99 miliar.
Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), sebanyak 857 madrasah juga menerima manfaat penyediaan sarana senilai Rp214,58 miliar, sedangkan sebanyak 203 madrasah memperoleh sarana Tes Kompetensi Akademik senilai Rp89,52 miliar.
Transformasi pembelajaran digital turut diperkuat melalui penyediaan 2.180 papan interaktif digital (smartboard) bagi 551 madrasah dengan anggaran Rp71,62 miliar.
Pemerataan sarana pendidikan keagamaan mencakup pembangunan atau rehabilitasi 36 Widyalaya Hindu, bantuan sarana dan prasarana bagi 48 sekolah Kristen senilai Rp3,15 miliar, serta pembangunan atau revitalisasi fasilitas pada enam perguruan tinggi keagamaan Katolik senilai Rp2 miliar.
Selain meningkatkan kualitas fasilitas, Kemenag juga berfokus pada layanan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas. Saat ini, sekitar 2.000 madrasah telah menerapkan pendidikan inklusif dengan dukungan 1.547 Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk memperluas akses pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
"Jadi, betul-betul kita memberikan perhatian kepada anak-anak kita yang berada pada posisi disabilitas ini," pungkasnya.
Melalui perluasan bantuan pendidikan, peningkatan kesejahteraan pendidik, penguatan fasilitas pembelajaran, dan layanan pendidikan inklusif, Kemenag terus mendorong agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang lebih setara untuk belajar dan mengembangkan potensinya.