Pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik di Maluku dan Karawang juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri kendaraan listrik global. Pengembangan industri tersebut berjalan seiring dengan agenda investasi strategis lintas sektor yang melibatkan Danantara. Program ini mencakup 26 proyek strategis dengan total investasi sekitar Rp225 triliun dan proyeksi penyerapan 37.833 tenaga kerja.

Secara agregat, investasi khusus sektor hilirisasi terus mengalami peningkatan yang positif, dari Rp407,6 triliun pada 2024, meningkat menjadi Rp584,1 triliun pada 2025, dan telah mencapai Rp300,1 triliun hingga semester I-2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengatakan pengolahan aset negara menjadi katalisator transformasi ekonomi nasional untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

"Kami akan melakukan ini sebagai awal dari lompatan besar Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya kaya sebagai sumber daya alam, tetapi juga berdaulat dalam pengolahannya, unggul dalam produksinya, dan sejahtera dalam hasilnya," ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Sebagai perpanjangan tangan Negara, MIND ID mengembangkan peta jalan industri pertambangan, mulai dari fasilitas alumina, pemurnian tembaga dan logam mulia, serta sel baterai, hingga proyek HPAL nikel, smelter aluminium, dan pengolahan batu bara menjadi metanol/DME.

Hilirisasi yang dijalankan membuka peluang peningkatan nilai tambah melalui pengembangan produk turunan. Pada komoditas bauksit, pengolahan menjadi alumina, aluminium, dan kawat aluminium memiliki pengganda nilai tambah masing-masing 10 kali, 80 kali, dan 90 kali.