Pada nikel, pengganda nilai tambah mencapai 10 kali untuk nickel pig iron dan feronikel, 19 kali untuk baja nirkarat, serta 45 kali untuk baterai kendaraan listrik. Sementara itu, pada tembaga, pengganda nilai tambah mencapai 9,5 kali untuk konsentrat tembaga, 10 kali untuk katoda tembaga, dan 25 kali untuk kawat tembaga.
Potensi peningkatan nilai tambah juga terlihat pada komoditas lainnya. Pada emas, pengganda nilai tambah mencapai sembilan kali untuk lumpur anoda dan 10 kali untuk emas batangan. Pada timah, nilainya mencapai 2,3 kali untuk konsentrat timah, 5,7 kali untuk timah ingot, serta enam kali untuk solder dan bahan kimia timah.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kontribusi industri pertambangan terhadap negara.
"Dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan, MIND ID berkomitmen terus memperkuat kontribusi bagi negara melalui pengelolaan sumber daya alam yang semakin terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengembangan industri bernilai tambah," kata Maroef.
Melalui penguatan integrasi industri, pengembangan produk turunan, dan penyelesaian proyek sesuai rencana, MIND ID terus mendorong pemanfaatan kekayaan mineral Indonesia agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga memperkuat penguasaan teknologi, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.