NADIKABAR.COM — Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mengapresiasi perhatian Presiden terhadap penguatan ketahanan energi, percepatan transisi energi, dan penanganan perubahan iklim. Menurut Eddy, ketiga agenda tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga kemandirian energi Indonesia.

Eddy menilai perhatian pemerintah terhadap ketiga agenda tersebut tercermin dalam arah kebijakan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk tenaga surya, bayu, air, dan panas bumi.

Pengembangan berbagai sumber energi tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi dominasi energi fosil secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan energi nasional, keterjangkauan harga, dan keandalan pasokan.

Menurutnya, ketahanan energi merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, ia mengapresiasi perhatian Presiden terhadap pengembangan energi terbarukan dan percepatan transisi energi, sekaligus menekankan pentingnya menjaga pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dan industri.

"Karena itu, saya mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap pengembangan energi terbarukan dan percepatan transisi energi. Kita perlu memastikan bahwa kebutuhan energi masyarakat dan industri tetap terpenuhi, sementara pemanfaatan energi bersih terus ditingkatkan secara konsisten," ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Sejalan dengan upaya meningkatkan pemanfaatan energi bersih tersebut, Eddy menilai strategi phasing out atau pengurangan penggunaan energi fosil secara bertahap merupakan pendekatan yang tepat bagi Indonesia.

Menurutnya, transisi energi harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Struktur energi nasional yang masih didominasi sumber energi fosil membuat proses peralihan membutuhkan perencanaan jangka panjang, investasi besar, kesiapan teknologi, dan pembangunan infrastruktur pendukung.

"Kita tidak mungkin mengubah struktur energi nasional yang selama ini didominasi energi fosil dalam waktu singkat. Yang perlu kita pastikan adalah arah perubahannya jelas, targetnya terukur, dan setiap tahap pelaksanaannya membawa kita semakin dekat pada sistem energi yang bersih, mandiri, dan berkelanjutan," tuturnya.