NADIKABAR.COM — Pemerintah 250 Proyek Strategis Nasional (PSN) rampung sejak 2016 hingga 29 Oktober 2026. Total nilai investasi Rp 2.396 triliun.
Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Kementerian Koordinator Perekonomian, Suroto mengatakan khusus tahun ini 10 PSN ditargetkan dapat selesai. Tercatat baru enam PSN rampung dibangun sampai September 2026.
"Dengan demikian masih terdapat empat proyek yang ditargetkan selesai hingga akhir 2026. Sementara itu, sebanyak 30 proyek PSN lainnya masih berada dalam tahap konstruksi," kata Suroto Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan kajian LPEM FEB UI tahun 2023, PSN diperkirakan menghasilkan output perekonomian sebesar Rp 3.344 triliun dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 1.564 triliun.
Proyek strategis juga berkontribusi terhadap pendapatan tenaga kerja sebesar Rp 1.134 triliun, sekaligus menciptakan 7,9 juta kesempatan kerja.
Suroto menilai kajian itu menunjukkan efek berganda (multiplier output) ke perekonomian sebesar 1,919 kali yang menggambarkan besarnya dampak aktivitas ekonomi yang terbentuk dari investasi PSN.
Selain kontribusinya terhadap PDB, pembangunan PSN dinilai turut memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Misalnya Kawasan Industri Terpadu Batang (KIT Batang) yang telah menyerap 26.871 tenaga kerja mencakup pekerja konstruksi, pekerja tenant industri dan pengelola kawasan.
Sekitar 70% tenaga kerja tersebut berasal dari Kabupaten Batang, yang mana menunjukkan keterlibatan signifikan masyarakat lokal dalam pengembangan PSN KIT Batang.
Dampaknya ke ekonomi daerah Kabupaten Batang pun tercatat tumbuh sebesar 7,79% pada 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,37%. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja di KIT Batang diproyeksikan meningkat menjadi 33.237 orang pada 2026.
"Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan PSN, khususnya pada PSN sektor kawasan industri berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat dan berkembangnya usaha pendukung di sekitar kawasan," ujar Suroto.