"Dia mau minta pulang berulang kali, bahkan berpuluh-puluh kali lah. Mau pulang tapi nggak diizinan, nggak ada respon apa-apa dari majikannya. Maksudnya disekap atau ditahan, bukan disiksa atau apa tapi tidak boleh keluar dan tidak boleh berkomunikasi sama keluarga. Tidak pernah dibuatkan iqamah (izin tinggal) Arab dan tidak pernah diperpanjang paspor," lanjutnya.

Keluarga di Kampung Lebaksiuh tidak tinggal diam. Lukas bersama relawan kemanusiaan telah mengadukan nasib adiknya ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi untuk mencari keadilan.

Iktikad keluarga untuk memulangkan Beti telah menempuh jalur administratif formal. Berkas kependudukan, data identitas majikan, hingga dokumen penanggung jawab di Riyadh telah diserahkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Meski sponsor lokal yang dulu memberangkatkan Beti lepas tangan dan enggan bertanggung jawab, keluarga kini menggantungkan harapan penuh kepada pemerintah Indonesia di Arab Saudi.

"Kami dari keluarga sangat berharap adik saya ini bisa segera dipulangkan ke Sukabumi," pungkas Lukas.