NADIKABAR.COM — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat mitigasi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Desakan itu disampaikan menyusul ratusan ribu warga terdampak kekeringan dan ribuan hektare lahan terbakar selama musim kemarau 2026.
Menurutnya, data bencana sepanjang kemarau 2026 ini harus menjadi alarm serius bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hingga awal Oktober, tercatat sekitar 395.438 warga di 24 kabupaten/kota terdampak kekeringan.
Pada periode yang sama, telah terjadi sedikitnya 150 insiden karhutla di 25 kabupaten/kota. Luas lahan yang hangus terbakar bahkan diperkirakan mencapai 9.540 hektare.
"Angka ini terlalu besar untuk dianggap sebagai persoalan musiman biasa. Hampir 400 ribu warga terdampak kekeringan dan lebih dari 9.500 hektare lahan terbakar. Ini harus menjadi alarm. Pemerintah harus bergerak lebih kuat pada mitigasi, jangan menunggu air habis dan hutan terbakar baru seluruh sumber daya dikerahkan," kata Deni dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu mengapresiasi langkah Pemprov Jatim menyalurkan air bersih, melakukan water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca. Namun, dia menilai langkah darurat perlu diimbangi dengan pencegahan yang terukur.
Terlebih, Pemprov Jatim telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla sejak 26 Mei 2026. Menurut Deni, penetapan status tersebut harus diikuti kesiapan infrastruktur, personel, dan peralatan di daerah rawan bencana.