Di sisi lain, PDI Perjuangan Jatim juga telah menggerakkan jajaran strukturnya di berbagai daerah untuk membantu masyarakat terdampak. Ratusan ribu liter air bersih telah didistribusikan ke Bojonegoro, Gresik, Nganjuk, hingga Bangkalan.

Kader partai juga dikerahkan untuk menyalurkan kebutuhan logistik para petugas pemadam karhutla di wilayah pegunungan. Kendati demikian, Deni menegaskan bahwa gotong royong ini tidak bisa menjadi pengganti tanggung jawab penuh pemerintah.

"Gotong royong masyarakat dan partai akan terus berjalan. Tetapi pemerintah mempunyai kewenangan, anggaran, data dan perangkat yang jauh lebih besar. Karena itu kami mendorong Ibu Gubernur memimpin langsung konsolidasi mitigasi ini," ujarnya.

Deni juga mengingatkan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenai kader sebagai Pandu Ibu Pertiwi. Dia menilai pesan tersebut relevan dengan upaya menjaga sumber air, hutan, dan lingkungan.

Menurut Deni, pemerintah perlu menetapkan indikator keberhasilan mitigasi yang dapat dievaluasi setiap tahun, mulai dari penurunan jumlah desa yang mengalami krisis air, berkurangnya luas karhutla, hingga percepatan waktu respons saat kebakaran terjadi.

"Target kita harus jelas: musim kemarau berikutnya jumlah desa yang mengalami krisis air harus turun, luas karhutla harus turun, dan waktu respons harus semakin cepat. Kalau indikatornya tidak berubah dari tahun ke tahun, berarti mitigasi kita belum bekerja," pungkasnya.