Di balik rutinitas yang padat, kurangnya interaksi sosial yang bermakna ternyata menjadi biang kerok utama penuaan sel. Dr David Katz, MD, MPH, menyebut isolasi sosial merusak kesehatan mental, menumpuk stres, hingga mengacaukan pola tidur.
"Efeknya sering kali halus dan tidak disadari, padahal dampaknya bisa sangat beracun bagi tubuh," ungkap Dr Katz, dikutip dari Eating Well.
Bukan cuma soal durasi, tapi waktu tidur. Kebiasaan begadang atau jam tidur yang acak-acakan merusak ritme sirkadian (jam biologis) tubuh. Gangguan sirkadian mengacu pada gangguan siklus tidur-bangun alami tubuh.
Seiring bertambahnya usia, produksi hormon melatonin memang menurun, dan kebiasaan seperti makan dekat waktu tidur bikin jam biologis makin hancur.