"Efeknya sering kali halus dan tidak disadari, padahal dampaknya bisa sangat beracun bagi tubuh," ungkap Dr Katz, dikutip dari Eating Well.
Kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh berapa lama seseorang tidur, tetapi juga kapan waktu tidur tersebut dilakukan. Kebiasaan tidur terlalu larut atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.
Ritme sirkadian merupakan sistem biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun secara alami. Seiring bertambahnya usia, produksi hormon melatonin juga cenderung menurun.
Kebiasaan tertentu, seperti makan terlalu dekat dengan waktu tidur, juga dapat semakin mengganggu keteraturan jam biologis tubuh.
Stres ringan yang muncul akibat pekerjaan, perjalanan di tengah kemacetan, maupun berbagai persoalan sehari-hari sering kali dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Namun, apabila tidak dikelola, stres tersebut dapat terakumulasi dan berkembang menjadi stres kronis.
Stres berkepanjangan dapat memberikan dampak buruk terhadap tubuh, termasuk memicu kerusakan sel dan peradangan kronis atau chronic inflammation.