NADIKABAR.COM β Memilih produk menstruasi yang tepat dapat membantu menjaga kenyamanan selama haid. Kebutuhan pada setiap orang pun bisa berbeda, sesuai dengan banyaknya darah menstruasi dan aktivitas yang dilakukan.
Saat ini, jenis produk menstruasi telah berkembang untuk memberikan kenyamanan bagi penggunaannya. Setiap produk memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda tergantung preferensi penggunanya.
Berikut adalah jenis-jenis produk menstruasi yang dapat dipilih saat menstruasi beserta penjelasannya.
Tampon digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap darah menstruasi. Bentuknya kecil sehingga mudah dibawa dan tersedia dalam beberapa tingkat daya serap.
Data The Apple Womenβs Health Study (AWHS) yang dikutip dari Harvard T.H Chan School of Public Health menunjukkan bahwa tampon termasuk produk menstruasi yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat. Dari penelitian tersebut, 47 persen responden melaporkan menggunakan tampon biasa.
CDC menyarankan agar penggunaan tampon sebaiknya diganti setiap 4-8 jam dan tidak dipakai lebih dari 8 jam. Tampon yang terlalu lama digunakan dapat meningkatkan risiko Toxic Shock Syndrome (TTS).
Menstrual cup merupakan salah satu pilihan produk menstruasi yang dapat digunakan berulang kali. Produk ini berbentuk seperti lonceng dan digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina untuk menampung darah menstruasi.
Melansir dari situs UNICEF, menstrual cup terbuat dari silikon medis yang fleksibel. Salah satu keunggulannya adalah mampu menampung darah tiga kali lebih banyak dibandingkan pembalut atau tampon.
Produk ini dapat digunakan selama 6-12 jam. Setelah menggunakannya, menstrual cup perlu dikeluarkan, dikosongkan, lalu dibilas sebelum dipakai kembali. Menstrual cup juga perlu direbus selama 5-10 menit di akhir setiap siklus menstruasi agar tetap higienis.
Jenis pembalut ini dipasang pada celana dalam untuk menyerap darah menstruasi. Pembalut sekali pakai tersedia dari berbagai ukuran mulai dari yang tipis untuk aktivitas sehari-hari hingga pembalut yang lebih tebal untuk digunakan saat tidur.
Berdasarkan penjelasan BBC, pembalut sebaiknya diganti setiap 4-6 jam dan tidak dipakai lebih dari 8 jam. Setelah menggunakannya, pembalut bisa langsung dibungkus dan dibuang tanpa dicuci terlebih dahulu.
Kekurangan pembalut sekali pakai adalah menghasilkan lebih banyak sampah karena mengandung bahan plastik. Penggunaannya dalam jangka panjang juga bisa membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan produk menstruasi yang bisa digunakan kembali.
Pembalut kain memiliki cara penggunaan yang sama seperti pembalut sekali pakai, yaitu dipasang pada celana dalam. Biasanya pembalut ini terbuat dari katun atau bahan sintetis yang membantu menyerap darah dan mengurangi risiko bocor.
Berbeda dengan pembalut sekali pakai, jenis pembalut ini perlu dicuci dengan sabun dan air bersih, lalu dikeringkan sebelum dipakai kembali. Menurut UNICEF, pembalut kain dapat digunakan sekitar 60 kali.