Bahlil menyampaikan bahwa kondisi tersebut telah menyebabkan harga batu bara pada tahun 2025 menjadi terendah. Akibatnya, pendapatan negara tidak maksimal.

"Apa yang terjadi? Harga batubara di 2025 pada harga yang paling rendah. Profit perusahaannya tidak terlalu banyak, pendapatan negara tidak terlalu maksimal, jorjoran kita buka lahan yang begitu besar, akhirnya barang kita dijual murah," terang Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bahlil kemudian menaikkan harga batu bara acuan. Namun kebijakan ini tidak dipatuhi. Nah, kemudian dirinya mengambil kebijakan dengan melakukan pengendalian produksi melalui pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.