"Anak-anak bisa membawa sampah dari rumah, kemudian ditimbang, dinilai, dan hasilnya dimasukkan ke dalam tabungan," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak Syarif Usmulyono mengatakan dari 141 sekolah yang mengikuti program Adiwiyata, sebanyak 35 sekolah telah memiliki bank sampah mini.
Ia menjelaskan, pengembangan program dilakukan secara bertahap dengan terlebih dahulu memberikan edukasi kepada siswa mengenai jenis sampah dan cara memilahnya. Selanjutnya, sekolah bekerja sama dengan Bank Sampah Rosella untuk membeli sampah yang dikumpulkan siswa.
"Anak-anak kita ajarkan memilah sampah dari rumah. Setelah dibawa ke sekolah dalam keadaan terpilah, sampah tersebut dibeli melalui Bank Sampah Rosella dan hasilnya dimasukkan ke tabungan mereka," katanya.