Usmulyono menyebutkan, salah satu jenis sampah plastik memiliki nilai jual sekitar Rp4.000 per kilogram. Sampah yang terkumpul juga berpotensi diolah menjadi produk bermanfaat, seperti meja dan batako.

Menurut dia, pembiasaan memilah sampah sejak dini menjadi bagian dari upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat penampungan sementara (TPS).

DLH Kota Pontianak akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan agar bank sampah mini berkembang di lingkungan pendidikan. Upaya tersebut juga mendukung penguatan program Adiwiyata, yang didorong untuk diikuti seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di bawah kewenangan Pemkot Pontianak.

"Kita berharap sejak usia dini anak-anak sudah sadar terhadap sampahnya sendiri, terbiasa memilah, memahami manfaatnya, sekaligus mendapatkan nilai ekonomi," kata dia.