"Untuk pengembangan ke depannya, kita mungkin akan masuk ke daerah-daerah dengan pasar yang potensial ataupun nanti ke luar negeri," kata Steven.

Casa Grata hadir sejak 2018 dengan menawarkan camilan yang menggabungkan aspek kesehatan dan cita rasa. Owner Casa Grata, Jane Tanuwijaya, mengatakan produknya dirancang bagi konsumen yang ingin menikmati camilan tanpa mengesampingkan gaya hidup sehat.

Diferensiasi Casa Grata terletak pada produk gluten-free, sugar-free, vegan, yang telah memenuhi ketentuan halal. Saat ini, Casa Grata memiliki 10 varian rasa dan terus mengembangkan produk melalui product extension, termasuk cake flavors dan dip.

Selain menyasar konsumen individu melalui B2C, Casa Grata mengembangkan pasar B2B melalui kanal online, offline event, retail, supermarket, corporate, hingga ekspor. Mereka juga melihat peluang di sektor maskapai penerbangan, hotel, dan resort serta menjajaki kerja sama dengan buyer internasional.

Perluasan pasar tersebut diikuti dengan peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi. Dengan diferensiasi produk sehat yang tetap mengedepankan rasa, pilihan varian, dan fleksibilitas distribusi, Casa Grata menargetkan produknya semakin mudah diakses konsumen di pasar Indonesia maupun internasional.

Sebagai informasi, SETC merupakan program pemberdayaan UMKM yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) di bawah payung Program Keberlanjutan "Sampoerna Untuk Indonesia".

SETC juga memiliki 30 Collaborator Hub di 17 provinsi yang mendampingi lebih dari 2.300 UMKM secara berkelanjutan. Jejaring tersebut berperan sebagai local enabler dalam memperkuat kapabilitas pengusaha UMKM, membuka akses pasar, dan meningkatkan daya saing.

Melalui pelatihan, pendampingan, jejaring kolaborasi, dan akses pasar, SETC berupaya membantu pelaku UMKM membangun fondasi usaha agar mampu menangkap peluang pertumbuhan yang lebih besar.