"Dari 1.100 tadi, itu kira-kira 500-an itu suspend. Suspend itu ya karena IPAL atau karena ada pernah ada ada keracunan makanan, kemudian ada perbaikan, dan lain sebagainya, itu ada sekitar 500," kata Sudaryono di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Sudaryono mengatakan dapur yang diberhentikan sementara tidak otomatis bisa kembali beroperasi. BGN akan kembali melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan dapur memenuhi standar keamanan.

Ia mencontohkan dari 500 dapur tersebut yang telah dilakukan pemeriksaan, dan didapati bahwa dapur tersebut berada di lokasi yang dianggap tidak higienis. Maka kata Sudaryono, dapur tersebut ditutup permanen.