NADIKABAR.COM — "Sebanyak 30 individu di antaranya ditemukan di sekitar perkebunan kelapa sawit PT KALE," ujar CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) sekaligus dokter hewan satwa liar Karmele Llano Sanchez, di Ketapang, Senin.

Dia mengatakan kebakaran telah mengancam keselamatan orang utan, termasuk satwa yang ditemukan dalam kondisi stres, kurus, dan mengalami gangguan kesehatan.

"Orang utan Lusi terlihat sangat stres dan sangat kurus. Mungkin sudah berapa hari tidak dapat makanan apa pun di hutan yang sudah hancur ini," kata Karmele.

Dalam perkembangan terbaru, tim gabungan menyelamatkan empat individu orang utan, yakni dua betina remaja bernama Lusi dan Riri serta induk dan anak bernama Mama Rian dan Rian.

Riri, Mama Rian, dan Rian dievakuasi pada 10 Oktober, sedangkan Lusi diselamatkan pada 16 Oktober dari kawasan bernilai konservasi tinggi atau High Conservation Value (HCV) di perkebunan PT KALE, Desa Laman Satong.

"Lusi ditemukan bertahan di sebuah pohon yang masih berdiri di tengah kawasan hutan yang hangus terbakar," ujar Karmele.