Tim gabungan masih membutuhkan upaya penyelamatan lanjutan karena sejumlah orang utan diduga masih bertahan di kawasan HCV yang terbakar. Kondisi lapangan juga menyulitkan evakuasi karena asap tebal masih menyelimuti sejumlah lokasi dan tanah masih mengeluarkan asap.
Sebuah publikasi ilmiah pada 2016 memperkirakan kawasan tersebut menjadi habitat sekitar 150 individu orang utan Kalimantan, dengan kepadatan mencapai 5,49 individu per kilometer persegi. Perkiraan itu menunjukkan besarnya potensi dampak kebakaran terhadap populasi orang utan di kawasan tersebut.
Kekhawatiran terhadap keselamatan satwa semakin meningkat setelah tim gabungan menemukan tengkorak yang diduga milik orang utan di kawasan HCV PT KALE pada 8 Oktober 2026. Temuan itu masih menjalani pemeriksaan forensik untuk memastikan identitas spesies, penyebab kematian, dan perkiraan waktu kematian.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menegaskan, kawasan HCV yang terdampak karhutla perlu segera dipulihkan untuk menjaga keanekaragaman hayati dan mengembalikan fungsi ekologis habitat satwa liar.
"Upaya restorasi dinilai penting untuk mendukung kelangsungan hidup orang utan sekaligus mengurangi potensi konflik antara satwa dan manusia," ujarnya.