Maka itu, orang tua perlu memberikan contoh perilaku yang baik, penuh kasih sayang, dan terbuka untuk belajar. Jangan sampai orang tua hanya mengomeli anak tanpa memberi contoh.
"Bersikap baik secara konsisten akan memberikan dampak yang lebih besar," ujar Klein.
Anak-anak masih butuh kata-kata kepercayaan dari orang tuanya. Saat anak ragu atau berpikir akan kesulitan menghadapi sesuatu, orang tua wajib memberi tahu bahwa mereka percaya.
Kepercayaan diri yang tumbuh dan terbentuk pada anak menjadi aspek penting dari ketangguhan mental. Seiring waktu, ingatkan anak untuk percaya pada kemampuannya apa pun itu hasilnya.
Perasaan negatif seperti marah, takut, sedih, dan cemas adalah hal yang wajar. Jangan sampai orang tua mengomeli anak yang sedang mengekspresikan perasaan negatif lalu melarangnya.
Atas perasaan negatif yang muncul, anak perlu untuk belajar mengatur emosi. Pengaturan emosi ini adalah kunci membangun ketahanan mental.
Saat anak menghadapi perasaan negatif, bantu dan dukung kesulitan mereka. Beri pengertian ke anak bahwa apa yang mereka rasakan adalah hal yang normal. Sebagai orang tua, katakan juga bahwa kita akan tetap mendukung apa pun yang terjadi.
"Dengan begitu, mereka dapat belajar mengalami berbagai emosi, memprosesnya, dan akhirnya melangkah maju," tutur Klein.