Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah mencapai 30,8 persen pada penduduk berusia 18 tahun ke atas. Angka berdasarkan diagnosis dokter jauh lebih rendah, yaitu 8,6 persen, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kondisi yang terukur dan mereka yang telah mengetahui diagnosisnya.
Memeriksa tekanan darah secara berkala dapat membantu mengetahui kondisi lebih awal. Jika hasil pengukuran terus berada di atas batas normal, konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan untuk mendapatkan penilaian yang tepat.
6. Menjaga berat badan dan mengontrol gula serta kolesterol
Berat badan, kadar gula darah dan kolesterol merupakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan jantung. Kelebihan berat badan dapat berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, diabetes dan gangguan kardiovaskular.
Pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol dapat membantu mengetahui faktor risiko yang mungkin tidak menimbulkan gejala. Bagi orang yang telah memiliki diabetes, hipertensi atau kadar kolesterol tinggi, pengendalian melalui pola hidup dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan penting dilakukan.
Menjaga kesehatan jantung pada dasarnya tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Berjalan kaki secara rutin, memperbanyak sayur dan buah, berhenti merokok, tidur cukup, memantau tekanan darah serta menjaga berat badan dan kadar gula maupun kolesterol dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Namun, kebiasaan sehat bukan berarti seseorang terbebas sepenuhnya dari risiko penyakit jantung. Faktor usia, riwayat keluarga dan kondisi medis tertentu juga dapat berpengaruh. Jika muncul keluhan seperti nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, keringat dingin, pusing atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang maupun punggung, segera cari pertolongan medis.