Tidak hanya Amran yang mendapat sorotan, program sektor pertanian juga menjadi perhatian dalam survei tersebut. Arawicaksa Institute mencatat swasembada pangan sebagai program yang dianggap paling berhasil dengan skor 8,4 dari skala 0 sampai 10, tertinggi dari seluruh program prioritas pemerintah.

Sebagai informasi, di bawah komando Amran, Indonesia berhasil menorehkan swasembada pangan tercepat dalam satu tahun dari target empat tahun.

Di tahun 2025, produksi beras dalam negeri meningkat tanpa impor. Badan Pusat Statistik RI (BPS) mencatat produksi beras tahun 2025 sebesar 34,69 juta ton.

Bukan hanya produksi yang meningkat, kesejahteraan petani juga naik. BPS melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) September 2026 sebesar 131,11, yang disebut sebagai angka tertinggi sepanjang pencatatan.

Peningkatan kesejahteraan tersebut didorong oleh kebijakan harga penetapan pemerintah (HPP) gabah Rp 6.500 per kilogram serta kepastian penyerapan gabah petani oleh Perum BULOG.

Harga gabah kering panen pada Januari hingga Agustus 2026 bertahan di atas HPP Rp 6.500 per kilogram, pada kisaran Rp 6.700-Rp 7.600.

Dampak itu dirasakan langsung di lapangan. Petani di Madiun yang mengelola dua hektare lahan, Sudarso, menyebut HPP Rp 6.500 per kilogram memberinya 'uang lebihan setelah dipotong biaya produksi'.

Senada, petani di Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar) Helmantina mengaku senang bermitra dengan BULOG karena hasil panennya memiliki pasar yang jelas.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indramayu Sutatang menyampaikan terima kasih kepada Prabowo, Kementan, dan BULOG atas perhatian terhadap harga gabah.

"Saya mewakili petani mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Kementerian Pertanian, dan Perum BULOG yang telah peduli terhadap harga gabah di Kabupaten Indramayu," ujar Sutatang, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto bahkan menyatakan petani memperoleh keuntungan yang layak sementara harga beras tetap dapat dikendalikan, dan keseimbangan itu perlu dipertahankan.

"Harga gabah saat ini berada pada titik yang baik. Petani memperoleh keuntungan yang layak, sementara harga beras tetap dapat dikendalikan," ujar Siswanto.