"Menurut kami, keseimbangan ini perlu terus dipertahankan," sambungnya.

Apresiasi atas kinerja sektor pertanian juga diutarakan berbagai tokoh. Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026 memberi apresiasi kepada Amran dan jajaran Kementan atas capaian swasembada yang disebutnya diakui dunia.

"Soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman. Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri," kata Prabowo.

"Semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia," lanjutnya.

Selain itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dalam Rapat Kerja pada 1 September 2026 memberikan apresiasi kepada Kementan atas keberhasilan merealisasikan swasembada delapan komoditas.

Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo pada 7 Oktober 2026 menyebut program Kementan sangat berhasil dan menilai swasembada beras tercapai tiga tahun lebih cepat dari target 2029.

Hashim menambahkan bahwa kenaikan harga gabah dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.500 dan pemangkasan biaya pupuk 20% membawa taraf hidup petani ke level tertinggi sejak tahun 1980-an.

Sorotan positif juga datang dari pakar. Salah satunya, pakar komunikasi politik Emrus Sihombing yang menilai Kementerian Pertanian sebagai satu-satunya kementerian yang kinerjanya menonjol.

"Menteri yang bagus kinerjanya belum tampak, kecuali Kementerian Pertanian. Karena itu, satu-satunya kementerian yang bagus kinerjanya hanya Kementerian/Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman," ungkap Emrus.

Capaian sektor pangan nasional memperoleh penguatan dari berbagai indikator, mulai dari hasil survei dan data resmi hingga perkembangan yang dirasakan di lapangan. Dengan kondisi pangan yang terjaga dan keberhasilan mencapai swasembada pada delapan komoditas, Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam memperkuat kemandirian pangan.

Capaian ini menjadi pijakan penting untuk menjaga keberlanjutan swasembada, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat secara luas.