NADIKABAR.COM — Insiden pesawat FlyDubai FZ1073 dinarasikan pemerintah Israel sebagai aksi terorisme pilot muslim Oman. Namun terlalu banyak keanehan yang bikin para pakar aviasi dunia bertanya-tanya.
Semakin dikulik, semakin banyak informasi baru terungkap. Masalahnya adalah, dari sisi sains terutama fisika dan teknik penerbangan, banyak informasi yang bertentangan di mata para ilmuwan. The Print India seperti dilansir Senin (5/10/2026) menghimpunnya ke dalam 3 pertanyaan besar.
Untuk data penerbangan FlyDubai FZ1073, semua merujuk ke aplikasi pemantau penerbangan Flightradar24. Di sana terekam FZ1073 turun dari posisi 30.875 kaki ke 16.750 kaki pukul 05.22.07 sampai 05.22.36 waktu UTC. Artinya pesawat kehilangan 14.125 kaki dalam 29 detik saja.
Dalam pengumuman resmi pemerintah Israel, ini lantaran co-pilot Oman menusuk pilot India, yang kemudian diikuti aksi para penumpang dan awak kabin mengamankan pelaku. Sedangkan menurut para pakar penerbangan, kejadian ini adalah rerata turun vertikal luar biasa. Ilmuwan mengatakan data rekam jejak penerbangan tidak cukup untuk memahami kejadian ini jika tidak dilengkapi data lain dari kokpit misalnya Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B).
Menurut para pemantau penerbangan, FX1073 mula-mula menstransmisikan kode 7700, artinya secara internasional adalah kondisi gawat darurat umum. Lalu, kode ini berubah menjadi 7500, artinya gangguan melawan hukum atau pembajakan. Sebelum mendarat di Tabuk, kodenya berubah lagi menjadi 7700.
Data Flightradar24 menyebutkan kode itu dikirim saat pesawat sedang mengudara. Dengan adanya kode ini, petugas Air Traffic Controllers (ATC) di darat tahu ada masalah, tapi tidak jelas apa yang terjadi. Dengan perubahan kode menjadi 7500 artinya ada sesuai yang penting telah berubah.