Laporan media menyebut operator kereta api nasional SNCF memperkirakan gangguan terhadap layanan kereta jarak jauh hanya akan bersifat terbatas.

Pemerintah disebut tengah mempertimbangkan kenaikan upah minimum yang sejak Juni ditetapkan sekitar Rp27 juta per bulan. Saat itu, upah minimum dinaikkan sekitar Rp638 ribu untuk menyesuaikan dengan inflasi yang lebih tinggi.

Serikat pekerja terbesar di Prancis, CFDT, menuntut kenaikan sedikitnya sekitar Rp 1,8 juta per bulan.

Sejauh ini, pemerintah menolak mengambil langkah besar untuk meredakan kemarahan demonstran terkait biaya hidup karena masih berupaya mengendalikan defisit anggaran.

Bagi para pelajar, pemerintah berjanji menempatkan sekitar 3.000 guru yang telah memenuhi kualifikasi, tetapi belum mulai bekerja, untuk mengisi kekurangan tenaga pengajar. Pemerintah juga menjanjikan pengurangan jumlah siswa per kelas, penambahan tenaga pengajar pada tahun depan, serta pinjaman sekitar Rp73 triliun untuk renovasi sekolah.

Presiden Emmanuel Macron akan meninggalkan jabatannya pada pemilu tahun depan setelah satu dekade berkuasa. Sejumlah survei menunjukkan kerusuhan ini menguntungkan calon presiden sayap kanan ekstrem Marine Le Pen, yang saat ini memimpin berbagai jajak pendapat untuk menggantikannya dan selama ini dikenal mengusung sikap tegas terkait hukum dan ketertiban.

Calon dari kubu kiri radikal, Jean-Luc Melenchon, juga mengalami peningkatan dukungan dalam berbagai survei meski mendapat kritik dari pemerintah karena mendukung tuntutan demonstran, mengkritik penanganan krisis oleh otoritas, dan tidak secara tegas mengecam aksi kekerasan. Ia mengatakan Macron harus memenuhi tuntutan demonstran atau mengundurkan diri dari jabatannya.

Mantan perdana menteri Macron, Edouard Philippe, yang kini maju sebagai calon presiden dari kubu kanan tengah, masih tertinggal jauh dari Le Pen dan Melenchon. Kondisi itu membuat Philippe terancam gagal lolos ke putaran kedua pada 2 Mei jika tidak mampu memulihkan momentumnya.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris