NADIKABAR.COM — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang tidak hanya membantu pasangan melangsungkan pernikahan, tetapi juga memberikan dukungan untuk kehidupan setelah berumah tangga.
"Kolaborasi ini sangat bisa kita rasakan. Mulai dari persiapan pernikahan, setelah pernikahan ada honeymoon, sampai dipikirkan juga modalnya untuk mereka setelah menikah," ungkap Taj Yasin dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Menurut Gus Yasin, program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan untuk melangsungkan pernikahan. Ia berharap kolaborasi serupa terus dilanjutkan sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan membantu masyarakat membangun rumah tangga yang sah secara agama maupun hukum negara.
Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafii menjelaskan program Nikah Akbar merupakan hasil kerja sama Yayasan Mutiara Al-Fatah, Rabitah Al-Islamiyah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan sejumlah pihak lainnya.
Program yang sebelumnya dikenal sebagai nikah massal itu memberikan kemudahan administrasi pernikahan, termasuk akses dokumen kependudukan bagi anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut. Peserta juga mendapatkan dukungan awal berupa modal usaha untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Setelah dilaksanakan di Jakarta dan Bogor, program tersebut digelar di Jawa Tengah dan direncanakan berlanjut ke Maluku dengan target 500 pasangan.
Melalui program Santri Mantu, Romo Syafii berharap semakin banyak masyarakat memperoleh kemudahan menikah secara sah. Sekaligus membangun keluarga yang harmonis dan mandiri secara ekonomi.
Akad nikah di MAJT dilaksanakan di 62 meja yang masing-masing dilengkapi penghulu, saksi, dan wali nikah. Salah seorang peserta Santri Mantu asal Sumenep, Galang menyatakan, telah menikahi warga Kota Semarang, Aprilia. Seusai melaksanakan akad nikah dan menerima kartu nikah, Galang tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.
Kebahagiaan Galang semakin lengkap karena meja akad nomor 004 yang ditempatinya mendapat kesempatan disaksikan langsung oleh Taj Yasin. Gus Yasin juga berkenan memimpin doa bagi pasangan tersebut. Galang mengucapkan ijab kabul dengan mahar berupa emas tiga gram dan uang tunai Rp2.100.000.
Kebahagiaan serupa diungkapkan peserta lain, Dila. Warga Kota Semarang ini menikah dengan warga Kabupaten Demak. Dia mengaku bangga mendapat kesempatan melaksanakan akad nikah di Masjid Agung Jawa Tengah.
"Harapannya, semoga saya dan peserta lainnya menempuh hidup yang sakinah, mawaddah, warahmah sampai tua dan tetap semangat menjalani hidup ke depannya," tutur Dila. (akn/ega)