Hal ini disampaikan Filianingsih dalam Inclusion Talk 'Berdaya dan Sejahtera, Perempuan Bisa.' Gelaran ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta.

Pada momen tersebut, Bank Indonesia bersama Women's World Banking (WWB) juga meluncurkan kajian 'Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender: Pembelajaran dari Kelompok Subsisten di Indonesia.'

Kajian yang diluncurkan pada hari ini dapat menjadi acuan para pemangku kepentingan dan para penggiat pemberdayaan perempuan, untuk bersama-sama memperkuat sinergi dalam upaya pemberdayaan UMKM khususnya pelaku UMKM perempuan.

Menteri PPA, Arifah Fauzi, menyampaikan pemberdayaan perempuan bukan sekadar agenda kesetaraan, tetapi juga strategi pembangunan ekonomi yang inklusif.

Perempuan perlu memperoleh akses yang semakin luas terhadap pembiayaan, pengetahuan, teknologi, pasar, dan ruang pengambilan keputusan. Peningkatan akses tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, masyarakat, dan perekonomian nasional.