"Keberhasilan pemberdayaan perempuan tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kita memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan", pungkas Arifah.
Bank Indonesia terus mendorong pemberdayaan perempuan, salah satunya melalui Program Ekonomi dan Keuangan Inklusif kepada Kelompok Subsisten, yang mayoritas anggotanya perempuan.
Program yang telah dijalankan sejak 2021 tersebut kini direplikasi di seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri.
Kajian Bank Indonesia dan WWB menjadi bagian dari upaya memperkuat program agar semakin responsif terhadap kebutuhan perempuan.
Penguatan program tim redaksi lain diarahkan pada penerapan prinsip Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat (APKM), penguatan representasi dan kepemimpinan perempuan, serta pemanfaatan teknologi digital yang adaptif dan inklusif.