NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Aceh mengerahkan 66 unit alat berat dan armada pendukung untuk mempercepat normalisasi muara serta pemulihan sawah dan tambak terdampak bencana hidrometeorologi 2025.
Dukungan melalui skema pinjam pakai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut dimanfaatkan agar warga dapat kembali mengolah lahan dan menggunakan akses perairan untuk kegiatan usaha.
Adapun penanganan difokuskan pada normalisasi Muara Kiran, rehabilitasi sawah di Blang Awe, serta pemulihan tambak di Meunasah Balek. Dukungan peralatan terdiri atas empat ekskavator PC200, empat ekskavator PC100, delapan ekskavator PC55, empat backhoe loader, dua buldoser, dan 44 dump truck.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi mengatakan pemerintah daerah mengajukan peminjaman alat berat untuk mempercepat pekerjaan di lokasi terdampak. Langkah ini menjadi upaya daerah memenuhi kebutuhan penanganan di lapangan sembari terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Jadi saya inisiatif bersurat ke Menteri Dalam Negeri untuk meminjam alat berat, supaya penanganan tambak, lahan pertanian, dan normalisasi muara menjadi lebih cepat," kata Sibral dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).