Hal tersebut ia katakan dalam peninjauan bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera di Pidie Jaya, Selasa (20/10).

Hasil pekerjaan mulai terlihat pada sejumlah tambak yang telah ditangani, termasuk pembangunan kembali tanggul. Perbaikan ini diharapkan membantu pembudidaya menyiapkan kembali lahan usahanya setelah terdampak bencana.

"Tambak yang sudah kita lakukan revitalisasi, kemudian sudah dibuat tanggul-tanggulnya seperti sediakala, sehingga tambak ini insyaallah mudah-mudahan akan bisa dipergunakan kembali oleh masyarakat yang terdampak dari bencana hidrometeorologi ini," ujar Sibral.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa menjelaskan pemanfaatan peralatan mencakup sektor pertanian, tambak, dan normalisasi sungai di Kecamatan Meureudu, Jangka Buya, Meurah Dua, serta Ulim.

Dalam penanganan ini, lanjut Okta, pemerintah daerah menargetkan pemulihan sekitar 10 hektare tambak rakyat dan 15 hektare sawah rusak berat. Hingga peninjauan, tambak yang telah ditangani mencapai sekitar 1-1,5 hektare.