NADIKABAR.COM — Operator kompetisi I.League tidak menyarankan klub maupun suporter mengajukan banding atas sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Langkah itu dinilai penting agar hukuman yang dijatuhkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kericuhan suporter terulang.

Komdis PSSI baru-baru ini menjatuhkan sanksi menyusul sejumlah kericuhan di kompetisi sepakbola Indonesia, baik di Super League maupun Championship.

Di Super League, kericuhan melibatkan suporter Persita Tangerang dan Persija Jakarta. Sementara itu, insiden di Championship melibatkan suporter PSGC Ciamis dan PSIS Semarang.

Dalam materi sanksi tersebut, Persija dan PSIS beserta suporter masing-masing disebut mendapat hukuman berupa denda dan larangan mendampingi tim saat laga tandang. PSGC dan PSIS juga disebut menerima sanksi serupa dalam insiden di Championship.

Sesuai aturan yang berlaku, pihak yang dijatuhi sanksi Komdis PSSI memiliki kesempatan untuk mengajukan banding. Namun, Direktur I.League Ferry Paulus tidak menyarankan langkah tersebut.