Menurut Live Science, ini sebagian besar karena pohon muda tumbuh lebih cepat daripada pohon tua. Hutan buatan ini juga dipelihara secara aktif oleh manusia. Namun, ketika ilmuwan membandingkan hutan buatan dan hutan alami dengan usia dan kondisi serupa, hutan buatan masih tampak tumbuh 4,6 persen lebih cepat.

Menariknya, perbedaan ini paling besar terlihat ketika pohon yang ditanam berusia sekitar 30 hingga 40 tahun, sebelum menurun tajam. Sementara itu, hutan alami tumbuh pada tingkat yang lebih lambat namun stabil, sehingga membuatnya lebih baik dalam menyerap karbon dalam jangka panjang.

"Hutan buatan dapat menjadi alat penyerapan karbon jangka pendek yang sangat baik, tetapi keuntungan ini bersifat sementara. Untuk penyimpanan karbon dan ketahanan jangka panjang, hutan alami tetap tidak tergantikan," pungkas Luo yang dikutip NadiKabar dari Futurism.