"Iya katanya semalam, penggalian harta karun katanya. Satu hari aja di sini, enggak bermalam, pulang lagi," tutur Abah Enoh.

"Ada setengah meteran mah dalamnya. Sekarang sudah ditutup lagi," katanya.

"Dari dulu belum pernah dengar (ada harta karun), baru sekarang aja. Emang kata orang tempatnya wingit, banyak ziarahan terus gitu katanya," pungkas Abah Enoh.

Firman Hidayat menyayangkan adanya perusakan di kawasan tersebut. Ia mengingatkan bahwa wilayah Cikakak sebelumnya juga sempat digegerkan oleh kemunculan puluhan makam fiktif.

"Ini sudah kedua kalinya ya, dulu pernah terjadi pembuatan makam-makam palsu yang 40 (makam) itu yang sudah ditindak. Sekarang banyak juga pembuatan makam yang di luar jangkauan kita, masih banyak," beber Firman.

Selain galian liar, penelusuran komunitas pemerhati budaya di kawasan megalitikum Gunung Tangkil mendapati tumpukan pakaian dalam wanita yang terselip di area batu menhir dan punden berundak. Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan praktik mistis atau ritual menyimpang.

"Waktu penelusuran pekan lalu sampai ke titik batu menhir dan undakan itu, kondisi di sana memang terlihat tidak terawat dan seperti ada pembiaran. Yang sangat kami sayangkan, di bawah susunan batu itu ada lubang kecil, dan di dalamnya banyak ditemukan pakaian dalam wanita, mulai dari celana dalam (cangcut) sampai kutang (bra)," ujar Firman, Senin (24/8/2026).

"Kami sangat khawatir lokasi bersejarah ini justru dijadikan tempat ritual yang menyimpang. Selain sampah pakaian dalam di celah batu, kami juga mendapati adanya titik-titik bekas galian liar, mungkin aktivitas tambang," bebernya.