NADIKABAR.COM — Memilih menu sarapan bukan hanya soal rasa, tetapi juga kandungan gizi di dalamnya. Telur rebus menjadi salah satu pilihan yang praktis karena mudah disiapkan di tengah rutinitas pagi.

Menurut Verywell Health, pagi hari menjadi waktu yang ideal untuk mengonsumsi telur, terutama bagi yang ingin memenuhi kebutuhan protein dan membantu menjaga berat badan. Berikut adalah tujuh manfaat dari mengosumsi telur di pagi hari berdasarkan informasi dari Keck Medicine of USC:

Satu telur rebus berukuran besar mengandung sekitar 77 kalori, enam gram protein, dan lima gram lemak. Telur juga menyediakan vitamin A, B6, B12, D, E, dan K, serta folat, fosfor, selenium, kalsium, dan zinc.

2. Membantu memenuhi kebutuhan protein

Telur merupakan sumber protein yang praktis untuk dikonsumsi saat sarapan. Satu butir telur mengandung sekitar enam gram protein sekaligus berbagai asam amino yang dibutuhkan tubuh. Asupan protein berperan penting dalam menjaga massa otot, kesehatan tulang, dan menjaga berat badan.

3. Membantu meningkatkan kadar kolesterol baik

Kuning telur memang mengandung kolesterol. Namun, pengaruh konsumsi telur terhadap kadar kolesterol dalam darah tidak selalu sama pada setiap orang. Mengonsumsi telur dapat meningkatkan kolesterol baik atau HDL. Telur tidak perlu dihindari dan dapat dikonsumsi dengan batas wajar.

Telur juga mengandung kolin, nutrisi yang memiliki peran penting dalam membentuk membran sel serta membantu menghasilkan senyawa yang berperan dalam fungsi otak. Satu butir telur rebus mengandung sekitar 147 mg kolin.

Kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin yang memiliki sifat antioksidan. Kedua zat ini baik untuk kesehatan mata dan dapat mengurangi risiko katarak. Telur juga mengandung vitamin A yang penting untuk mendukung fungsi penglihatan.

Telur yang mengandung omega 3 dapat membantu menjaga kadar trigliserida dalam darah. Jenis telur ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang jarang mengosumsi ikan, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

7. Tidak langsung meningkatkan risiko penyakit jantung

Mengosumsi telur tidak terbukti secara langsung meningkatkan risiko penyakit jantung. Pengaruhnya dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa penelitian menemukan adanya risiko lebih tinggi pada penderita diabetes. Sementara itu, pola makan rendah karbohidrat yang disertai konsumsi telur justru memiliki risiko penyakit jantung yang lebih rendah.