NADIKABAR.COM — Menangis adalah respon alami manusia untuk menunjukkan emosi sedih maupun bahagia. Melansir dari Harvard Health, menangis ternyata mempunyai beragam manfaat baik untuk kesehatan fisik maupun mental.
Meluapkan emosi dapat mengurangi stres, kecemasan, depresi, bahkan meningkatkan kualitas tidur yang lebih baik. Tak hanya itu, dampak positifnya juga bisa merekatkan hubungan dengan orang lain. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Saat terjadi masalah biasanya seseorang akan diselimuti pikiran yang berkecamuk sehingga sulit untuk berpikir rasional. Situasi ini akan menghalangi seseorang untuk bangkit dari masalahnya sehingga akan menimbulkan stres.
Cleveland Clinic menjelaskan bahwa menangis mampu mendorong sistem saraf parasimpatis membuat tubuh beristirahat. Tubuh yang sebelumnya berada dalam kondisi melawan atau menghindari ancaman akan beralih ke mode pemulihan. Peralihan ini yang membuat seseorang merasa lebih lega dan mampu melihat situasi yang lebih jernih sesudah menangis.
Tubuh akan terasa lelah secara fisik dan emosional setelah menangis. Perasaan tersebut akan mendorong rasa kantuk dan membuat tubuh ingin beristirahat. Oleh karena itu, menangis akan membuat seseorang lebih mudah tertidur karena tubuh lebih rileks.
Pola pernapasan yang melambat saat menangis juga memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya untuk beristirahat. Seluruh tekanan yang diluapkan saat menangis akan membawa tubuh mencapai kondisi rileks sehingga tidur lebih tenang.
Melansir dari Medical News Today, menangis dapat membantu memperbaiki mood dan meningkatkan semangat. Tubuh akan melepaskan hormon oksitosin dan endorfin yang berkaitan dengan perasaan nyaman.
Menangis yang sesenggukan ternyata akan meningkatkan rasa semangat. Kondisi tersebut akan membuat tekanan dalam hati berkurang sehingga melepaskan rasa stres dan hormon endorfin.
Melepaskan hormon oksitosin dan endorfin tidak hanya berfungsi untuk memperbaiki mood setelah menangis, tetapi juga dapat meredakan rasa sakit. Oksitosin membantu tubuh merasa tenang sementara endorfin bekerja sebagai pereda nyeri alami yang mengurangi persepsi terhadap rasa sakit fisik maupun emosional.
Kedua hormon tersebut mendorong tubuh untuk meluapkan rasa sakit yang selama ini mengganjal di hati sehingga tubuh lebih rileks dan tenang dalam menghadapi permasalahan.
Menangis merupakan komunikasi nonverbal yang menunjukkan bahwa seseorang sedang dalam situasi sulit. Seseorang yang menangis di depan orang terdekat akan membuka kesempatan bagi mereka untuk memberikan dukungan. Kepedulian dari mereka akan membuat seseorang merasa diperhatikan.
Seseorang juga akan lebih terbuka untuk berbicara tentang isi hatinya setelah menangis. Hal inilah yang akan membuka komunikasi dan hubungan lebih kuat dengan orang lain.
Menangis membantu mengeluarkan kotoran sehingga mata lebih bersih dan sehat. Air mata mengandung enzim lisozim yang memiliki sifat antimikroba sehingga membantu melawan kuman dan melindungi mata dari infeksi. Enzim tersebut juga mengurangi risiko terkena antraks.
Selain itu, air mata mempunyai zat minyak atau lipid yang berasal dari kelopak mata. Lipid mampu melindungi permukaan mata dengan membunuh bakteri berbahaya seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.
Air mata mempunyai fungsi penting untuk menjaga kelembaban permukaan mata agar penglihatan tetap jelas. Mata akan mengeluarkan air mata basal setiap kali berkedip sehingga permukaan mata tetap terhidrasi dan mencegah selaput mata mengering.
Air mata membentuk lapisan tipis yang terdiri atas air, lendir, protein, dan lipid. Lapisan tersebut membantu menjaga permukaan kornea tetap lembab dan halus sehingga cahaya dapat masuk ke mata dengan baik. Produksi air mata yang terlalu sedikit akan membuat mata menjadi kering dan penglihatan kurang jelas.