Lan Weihong juga menekankan pentingnya komunikasi bilateral dan kerja sama intelijen yang dijalankan kedua negara, khususnya dalam upaya pemberantasan narkotika.
"Baik Tiongkok dan Indonesia, kami dua-duanya sangat memperhatikan kerja sama pemberantasan narkotika, dan khususnya di bidang penegakan hukum dan pengendalian narkotika. Memang dengan mekanisme komunikasi bilateral yang selama ini kita selalu saling berbagi informasi intelijen dan melakukan operasi gabungan, ini terus memberantas jaringan penyelundupan dan pengiriman narkotika antarnegara dan ini mencapai hasil yang nyata," ucapnya.
Lan Weihong tidak membeberkan identitas serta peran tujuh tersangka yang ditangkap pihalnya. Namun, dia memastikan proses hukum terhadap 7 orang yang ditangkap di Tiongkok dilakukan di negaranya.
"Untuk 7 orang yang ditangkap itu akan dihukum di Tiongkok. Dan kali ini memang delegasi kami juga ada kelompok yang khusus melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti di tempat, langsung ke Banda Aceh. Dan ini juga akan membantu penanganan kasus itu di Tiongkok," tuturnya
Dalam kesempatan itu, Lan Weihong menyatakan pihaknya memiliki ketentuan hukum yang ketat bagi pelaku tindak pidana narkotika.
"Di Tiongkok memang hukum terhadap baik pembuatan maupun pengedaran narkotika itu sangat tegas dan sangat ketat. Paling ketat bisa sampai hukum mati," pungkasnya.