"Semua pemilu di Israel selalu berlangsung dinamis, namun karena pemilu kali ini akan memberikan dampak yang sangat berarti bagi masa depan negara, persaingannya menjadi jauh lebih sengit. Pemilu ini pada dasarnya adalah tentang bagaimana kita memandang masa depan kita; tingkat partisipasi pemilih akan sangat tinggi," ucap Shomer.

Menurut Komite Pemilihan Umum Pusat Israel, tingkat partisipasi pemilih pada 2022 berada sedikit di atas 70%. Para lembaga survei memperkirakan angka tersebut bisa mencapai hingga 87% pada pemilu kali ini.

Di kalangan staf dinas luar negeri yang bertugas di kedutaan besar dan konsulat di luar Israel, tingkat partisipasi pemilih mencapai 90%. Menurut Komite Pemilihan Umum Pusat, angka tersebut biasanya berkisar di angka 70%.

Guna membantu warga yang tinggal di luar negeri kembali dan memberikan suara, sebuah organisasi bernama Fly & Vote dibentuk America-Israel Democracy Coalition. Itu merupakan sebuah kelompok yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dan didirikan pada 2023 untuk menentang upaya partai Likud dalam mereformasi sistem peradilan.

Meskipun partai politik dilarang membiayai transportasi apa pun bagi warga di dalam maupun di luar Israel, koalisi tersebut punya cara lain untuk memfasilitasi proses pemungutan suara. Mereka menyewa pesawat khusus bagi warga Israel yang tinggal di Portugal, serta membeli sejumlah tiket untuk penerbangan dari wilayah New York.