Meski demikian, setiap penumpang dalam penerbangan tersebut tetap harus membayar biaya kursi mereka sendiri. Para pelancong juga banyak memilih maskapai komersial.

"Warga Israel yang tidak tinggal di sini tetap memiliki kepentingan terhadap apa yang terjadi di negara kita dan kami ingin membantu mereka. Kami tidak memihak pada posisi politik tertentu dan tidak mengarahkan siapa pun untuk memilih pihak mana pun. Kami hanya membantu mereka agar bisa menggunakan hak pilihnya," ujar Ora Peled-Nakash, salah satu pendiri kelompok tersebut.

Selama beberapa dekade, El Al menjadi satu-satunya maskapai penerbangan Israel yang melayani rute dari AS ke Israel. Arkia mulai menawarkan penerbangan tahun lalu, disusul oleh Israir awal tahun ini.

Maskapai besar asal AS, United dan Delta juga telah kembali melayani penerbangan ke Israel setelah sempat menangguhkan layanan akibat perang dengan Iran. Maskapai Jerman, Lufthansa melayani penerbangan ke Israel dari Eropa, sementara British Airways dijadwalkan untuk kembali beroperasi minggu ini.

Peled-Nakash mengungkapkan bahwa harga tiket yang ditawarkan masih dalam kisaran normal. Berdasarkan penelusuran CNBC hingga Minggu (25/10), masih tersedia beberapa kursi pada penerbangan El Al dari bandara JFK atau Newark dengan harga berkisar antara US$ 1.300 hingga US$ 2.500.