Kondisi itu membuat diversifikasi jalur konektivitas menjadi tantangan bagi Indonesia, terutama ketika kebutuhan internet terus meningkat seiring perkembangan komputasi awan (cloud computing), pusat data, dan kecerdasan buatan (AI).
Di sisi lain, kabel laut juga merupakan infrastruktur penting bagi jaringan internet Indonesia sendiri. Komdigi pada September 2026 menyebut Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) nasional memiliki bentangan mencapai 131.325,99 kilometer dan membawa sekitar 99% lalu lintas data nasional.
Sebagai informasi, Singapura bukanlah satu-satunya gerbang utama konektivitas internet internasional Indonesia, tetapi jalur kabel laut alternatif yang menghubungkan sejumlah wilayah dengan negara lain, di antaranya melalui Manado, Anyer, Dumai, dan Jakarta.
Lebih lanjut Meutya mengatakan, infrastruktur digital tidak semestinya dipandang sebagai alat untuk menekan negara lain. Konektivitas internasional membutuhkan kerja sama dan perlindungan bersama karena gangguan terhadap jaringan dapat menimbulkan dampak lintas batas.
"Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global," tegasnya.