"Kita harus memikirkan suplainya. Ya, jangan sampai kita tergantung pada satu dua supplier karena ketika kita tergantung pada satu dua supplier berarti daya tawar dia semakin kuat. Itu tentu berbahaya buat kita," beber Budi.
Sebagai langkah antisipasinya, pemerintah telah menggencarkan berbagai perjanjian dagang internasional. Ia menilai tujuan perjanjian dagang bukan sekadar menghitung surplus atau defisit neraca dagang semata.
"Karena sebenarnya perjanjian dagang itu buat kami tidak semata-mata ngomongin mengenai surplus atau defisit. Tetapi bagaimana kita berjalan, industri kita berkembang, dan ekspor kita meningkat di masing-masing negara yang kita lakukan perjanjian," imbuh ia.