Saat ini, tercatat sudah ada 25 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan Indonesia dengan negara lain. Sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam proses ratifikasi.

Pemerintah juga tengah mengebut penyelesaian perjanjian dagang dengan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA). Ia berharap proses ratifikasi dapat dilakukan segera, mengingat Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa akan segera berakhir.

"Nah kemudian nanti Indonesia-EU CEPA mudah-mudahan November sudah bisa ditandatangani. Kita kejar mudah-mudahan Januari sudah implementasi karena Januari kan GSP sudah tidak berlaku," tambahnya.