NADIKABAR.COM — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan nilai pertanggungan dari perusahaan asuransi yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp16,3 triliun, namun penetrasi asuransi jiwa di wilayah tersebut masih terbatas.
Kepala Departemen Marketing AAJI Karin Zulkarnaen mengatakan total nilai pertanggungan tersebut terdiri atas lini bisnis asuransi jiwa sebesar Rp11,8 triliun dan asuransi kesehatan sebesar Rp4,5 triliun. Namun, nilai klaim yang dapat dibayarkan terkait kejadian pada Agustus lalu tercatat hanya Rp152,2 juta.
“Artinya bahwa jumlah masyarakat yang sudah ter-cover oleh asuransi jiwa itu masih sangat sedikit yang di NTT. Ini yang menjadi perhatian kita semua di AAJI,” ujarnya dalam acara donasi program ISR “Kebaikan Berkelanjutan” NTT di Jakarta, Senin.
Menurut dia, terbatasnya jangkauan perusahaan asuransi di NTT menjadi tantangan bagi industri untuk memperluas penetrasi asuransi, terutama melalui penguatan edukasi keuangan dan jaringan distribusi.