Menurutnya, efisiensi energi ini bisa dilakukan sampai dengan setengah dari proyeksi peningkatan kebutuhan sampai 2060.

"Kita bisa mengurangi kebutuhan ini bisa sampai setengahnya.Tapi salah satu konsekuensinya adalah nilai investasi yang dibutuhkannya juga akan semakin tinggi. Kita memperkirakan sekitar US$400 miliar per tahun dibutuhkan untuk regional ASEAN untuk bisa mencapai target-target mereka," katanya dalam The Economic NadiKabar.com TV With Rully Kurniawan pada Kamis (29/10) malam.

Selain efisiensi, ia mengatakan skenario yang bisa dimaksimalkan dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi adalah dengan menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).