Tapi, untuk melaksanakan skenario ini, negara di Asia Tenggara harus meningkatkan fokus koordinasi mereka supaya didapat satu pemahaman yang sama dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi.
Peningkatan koordinasi juga diperlukan untuk menjembatani penyelesaian perbedaan kepentingan di antara negara di Asia Tenggara dalam memaksimalkan potensi energi baru terbarukan.
"Tiap negara itu punya interest-nya sendiri, itu PR. Jadi bagaimana caranya kita meyakinkan Indonesia, meyakinkan Singapura, Malaysia dan negara-negara lain bahwa interest mereka nasional dengan interest regional itu sebenarnya sejalan," katanya.