NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya telah berbicara via telepon dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu soal percobaan pembajakan terhadap penerbangan maskapai flydubai tujuan Israel.
Insiden yang melanda pesawat flydubai, dengan nomor penerbangan FZ 1703 itu, berawal ketika kapten pilot penerbangan, Smit Machchhar asal India, tiba-tiba ditikam oleh kopilot yang menerbangkan pesawat bersamanya pada Rabu (30/9) waktu setempat.
Pergumulan antara pilot dan kopilotnya ini sempat membuat pesawat menukik tajam hingga ketinggiannya turun hampir 14.000 kaki (4,267 meter) dalam waktu kurang dari 30 detik.
Machchhar ditemukan berlumuran darah dan tergeletak di lantai ketika dia berhasil menekan tombol pembuka pintu kokpit dari dalam. Hal itu yang memungkinkan para penumpang dan awak pesawat melumpuhkan kopilot, yang diduga berupaya melakukan pembajakan terhadap pesawat yang membawa 174 orang tersebut.
Dua pilot flydubai lainnya yang juga ada di dalam pesawat, kemudian mendaratkan pesawat itu secara darurat di Tabuk, Arab Saudi, setelah penerbangan tujuan Israel itu dialihkan. Para penumpang dalam penerbangan itu, sebagian besar warga Israel, telah tiba di Israel dengan selamat pada Rabu (30/9) waktu setempat.
Trump dalam komentarnya, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Kamis (1/10/2026), menilai kopilot yang menikam kapten pilot penerbangan itu dan mencoba membajak pesawat itu sebagai "teroris" atau orang yang "tidak waras".
"Saya sudah berbicara panjang lebar dengan Bibi Netanyahu mengenai peristiwa ini, dan tampaknya kopilot itu mungkin seorang teroris atau mungkin orang yang tidak waras, dan dia menikam pilotnya," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu (30/9) waktu AS.
Trump menyebut insiden itu sebagai "kisah yang luar biasa".
Ada 4 Warga AS di Dalam Flydubai yang Hampir Dibajak
Departemen Luar Negeri AS, dalam pernyataan terpisah, mengonfirmasi pada Rabu (30/9) bahwa empat warga negara AS ada di dalam penerbangan flydubai rute Dubai-Tel Aviv tersebut, yang dialihkan ke Arab Saudi dan mendarat darurat di Bandara Tabuk.
"Kami sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat dan siap memberikan bantuan kekonsuleran kepada seluruh warga negara AS yang berada dalam penerbangan tersebut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan kepada Anadolu Agency.
Dikatakan juru bicara tersebut bahwa Kedutaan Besar AS dan Konsulat AS di Jeddah "terus menjalin komunikasi dengan otoritas setempat seiring mereka melakukan penyelidikan".
"Pemerintahan Trump menanggapi secara serius komitmen kami terhadap warga negara AS di luar negeri dan siap memberikan bantuan kekonsuleran," imbuhnya.
Kopilot yang berupaya membajak penerbangan flydubai itu telah ditangkap dan kini diinterogasi oleh otoritas Saudi, setelah pesawat mendarat darurat dengan selamat. Identitas dan status kewarganegaraan kopilot itu belum diungkap ke publik.
Motif di balik aksi nekat kopilot itu, yang dilaporkan juga berupaya menjatuhkan pesawat, masih dalam penyelidikan.