NADIKABAR.COM — Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) menemukan permasalahan dalam perangkat lunak atau software baru di sejumlah unit pesawat Boeing 737 Max. Namun hal ini dianggap bukanlah masalah keselamatan penerbangan.
Sebelumnya, FAA dan Boeing telah menyoroti masalah perangkat lunak pada sejumlah unit pesawat 737 Max yang dapat mempengaruhi prosedur pendaratan tertentu. Sejak bulan lalu, FAA sedang meninjau apakah hal itu menimbulkan masalah keselamatan penerbangan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, FAA menilai bahwa permasalahan dalam perangkat lunak tersebut tidak akan menimbulkan permasalahan keamanan selama pesawat melakukan pendaratan mengingat proses ini masih dikendalikan penuh pilot.
"Setelah peninjauan menyeluruh, panel ahli keselamatan FAA pada hari Jumat (2/10) menetapkan bahwa masalah perangkat lunak pada komputer penerbangan Boeing 737 MAX tertentu bukanlah masalah keselamatan. Dewan Peninjau Tindakan Korektif FAA membuat penetapan tersebut karena pilot tetap memegang kendali penuh atas pesawat dan indikasi kepada awak penerbangan jelas dan tidak ambigu," kata FAA dalam keterangan resmi, dikutip dari CNBC, Sabtu (3/10/2026).
Di sisi lain, Boeing mengatakan masalah perangkat ini bisa muncul dalam proses pendaratan ketika pilot telah mengubah jalur penerbangan yang telah diprogram sebelumnya, dan pilot harus mengambil langkah tambahan untuk menggunakan alat otomatis pada pendaratan berikutnya.
Atas dasar ini, FAA menyatakan bahwa mereka akan mengeluarkan buletin khusus kepada maskapai penerbangan tentang cara mengenali dan menanggapi masalah tersebut jika terjadi.
"Seperti halnya situasi apa pun, FAA akan mempertimbangkan tindakan yang tepat jika menerima informasi baru tentang masalah ini," kata lembaga tersebut.