Jurnalis National Geographic bahkan pernah mengunjungi kawasan terpencil ini sebagai bagian dari ekspedisi untuk mempelajari kehidupan lautnya. Mereka ialah Enric Sala dan timnya, yang menggambarkan pengalaman menyelam di sana sebagai yang terbaik dalam hidup mereka. Mereka melihat hiu, ikan barakuda, dan ikan surgeonfish, serta mendapati kondisi lingkungan di sana masih sangat alami juga terjaga.

Burung great frigatebird dan brown noddy termasuk di antara banyaknya jenis burung yang kerap mengunjungi atol ini. Sayangnya bagi burung-burung tersebut, pepohonan Pisonia yang lebat bisa menjadi jebakan. Begitu mereka terjebak dalam polong biji pohon tersebut, mereka mungkin tidak akan selamat. Itulah sebabnya orang yang sampai di pulau tersebut mungkin menemukan tumpukan tulang di bawah pepohonan yang dijuluki sebagai 'penangkap burung'.

Akses menuju pulau ini kabarnya sulit karena tidak adanya pelabuhan atau tempat berlabuh. Ketiadaan sumber air tawar membuat orang sulit untuk menetap secara permanen di sana. Ditambah dengan ukurannya yang kecil dan hutannya yang lebat, pulau ini menjadi tempat yang sangat menantang untuk dijadikan hunian.

Ada banyak pulau menarik dan penuh misteri semacam ini di seluruh dunia. UNESCO mencatat bahwa Socotra di Yaman merupakan salah satu yang sangat istimewa. Lanskapnya dipenuhi oleh pohon Dragon's Blood (Darah Naga) yang legendaris serta flora yang sangat unik. Faktanya, 37% dari 825 spesies tanaman di Socotra tidak dapat ditemukan di tempat lain mana pun di dunia.