Dua sentimen global menjadi faktor utama perubahan proyeksi yang terjadi. Siklus iklim El Nino ekstrem dan krisis energi yang berkepanjangan imbas perang membayangi ekonomi Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

"El Nino yang menguat dengan kondisi yang lebih kering berarti panen yang lebih kecil dan pengurangan tenaga air, mendorong harga pangan dan energi lebih tinggi, dan paling berdampak pada kelompok yang paling rentan," ujar Presiden ADB Masato Kanda dalam keterangan tertulis.