NADIKABAR.COM — Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) mendorong percepatan kepastian pasokan gula kristal mentah 2027 agar produksi gula rafinasi tetap terjaga dan kebutuhan industri makanan, minuman, serta farmasi (Maminfar) terpenuhi.
"Kepastian pasokan gula kristal mentah (GKM) untuk tahun depan menjadi faktor penting agar produksi gula rafinasi tidak terputus," kata Ketua Umum AGRI Supriadi terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, pemerintah telah memberikan alokasi impor GKM untuk industri gula rafinasi atau industri pemurnian gula (IPG) sebesar 3,06 juta ton pada 2026.
Dari jumlah tersebut, hingga akhir September 2026 masih tersedia alokasi GKM sebanyak 945.417 ton. Jumlah itu setara dengan 898.146 ton gula kristal rafinasi (GKR). Sementara, stok GKR yang tersedia pada akhir September 2026 sebanyak 134.072 ton.
“Pada tahun 2026, pemerintah memberikan alokasi impor gula kristal mentah untuk industri gula rafinasi/industri pemurnian gula (IPG) sebesar 3,06 juta ton,” ujar Supriadi,
Dari alokasi tersebut, lanjutnya, pada akhir bulan September masih tersedia GKM sebesar 945.417 ton atau setara dengan gula kristal rafinasi (GKR)sebesar 898.146 Ton.
"Sementara itu, stok GKR di akhir bulan September sebesar 134.072 Ton,” tuturnya.
Ia menjelaskan, 11 industri pemurnian gula yang menjadi anggota AGRI pada prinsipnya memiliki kemampuan untuk merealisasikan alokasi bahan baku GKM hingga 100 persen, sesuai kebutuhan dan permintaan industri makanan, minuman, serta farmasi (Maminfar).